Komposisi Warna Nirmana Dwimatra

Komposisi Warna Nirmana Dwimatra

Dalam mengevaluasi komposisi warna nirmana dwimatra yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Interval Tangga Warna

Interval tangga merupakan tingkatan, atau gradasi warna yang jembatani dua warna kontras.  Interval tangga warna amat berguna sebagai alat menyusun warna.

Terdapat banyak warna kontras yang saling berkomplemen, misalnya saja kuning-ungu, hijau-merah, jingga-biru. Seperti terlihat pada gambar interval tangga warna disamping :

Diantara dua warna kontras yang berkomplemen tersebut dapat disusun tujuh interval tangga atau gradasi warna yang dapat digunakan untuk pedoman menyusun warna. Interval tangga ini dibuat sama dengan interval tangga not musik yang terdiri dari tujuh not, yakni do, re, mi, fa, so, la, si, do.

Berikut ini adalah interval tangga warna sesuai gambar diatas :

Saat menyusun warna berdasarkan interval tangga warna diatas secara garis besar dapat disusun dengan susunan laras tunggal/repetisi/monoton, transisi, oposisi/laras kontras.

  1. Laras Kontras Warna

Dalam lingkaran warna jarak antar warna berbanding lurus dengan tingkat kekontrasan warna. Semakin jauh jarak pada lingkaran warna maka warna tersebut semakin besar sifat oposisinya. Laras kontras warna digolongkan menjadi beberapa, yaitu :

  1. Kesatuan Warna

Kesatuan warna dapat diperoleh jika warna-warna yang digunakan saling hubungan, susunan warna tidak boleh tercerai berai. Terdapat dua kemungkinan hubungan yaitu hubungan kesamaan dan hubungan kemiripan dari warna-warna yang digunakan.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk menyusun warna kontras agar terlihat lebih menyatu satu sama lainnya

  1. Keserasian warna

Untuk mendapatkan komposisi yang sebanding, dalam arti tidak ada warna yang mendominasi, diperlukan perbandingan keluasan warna yang digunakan. Perbandingan keluasan antar warna dalam sebuah susunan warna yang seimbang adalah :

  • Untuk mendapatkan susunan tiga warna primer agar seimbang perbandingannya, maka perbandingan masing – masing warna primernya adalah : 3 kuning : 5 merah : 8 biru
  • Untuk menyusun tiga warna primer dan tiga warna sekunder agar seimbang perbandingannya adalah : 3 kuning : 5 merah : 8 biru : 8 jingga : 11 hijau : 13 ungu
  • semakin luas bentuk yang akan diberi warna sebaiknya menggunakan warna yang semakin tenang dan semakin sempit suatu area sebaiknya menggunakan warna yang semakin kuat.
  1. Dominasi Warna

dominasi

Suatu karya seni harus memiliki keunikan, keistimewaan, keunggulan, dan daya tarik, pusat perhatian atau pandang yang sering disebut dominasi. Sesuatu yang lain dari yang umum / kebanyakan dapat menjadi dominasi atau menjadi daya tarik.

Misalnya seperti pada gambar berikut warna kuning menjadi dominasi dari warna ungu yang menjadi warna umum pada bidang.

  1. Keseimbangan Warna

Keseimbangan warna simetris

Suatu komposisi karya seni harus memiliki keseimbangan dalam susunan unsur-unsurnya, terutama ruang sebelah kiri dan kanan. Simetris artinya keseimbangan kanan kiri sama.

Sedangan keseimbangan asimetris artinya keseimbangan kanan kiri tidak sama.

Untuk memperoleh keseimbangan warna secara simetris tidaklah sulit. Sedangkan untuk memperoleh keseimbangan asimetris cukup sulit untuk memperhitungkannya.

 

 

Salah satu cara untuk mempermudah mencapai keseimbangan asimetris dapat dilakukan dengan mengadakan pengulangan warna yang sama diberbagai bagian dan susunan.

Pada keseimbangan warna yang asimetris harus mempertimbangkan gaya berat warna yang bersifat matematis namun perlu diingat pula bahwa warna merupakan unsur seni yang penuh rasa.

komposisi warna

Keseimbangan Asimetris

itulah 6 point yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi  komposisi warna nirmana dwimatra.

Selanjutnya baca tentan : Prinsip-Prinsip Keindahan Ekspresi

Leave a Reply