Penerapan Unsur dan Prinsip Desain Dalam Nirmana Dwimatra

Penerapan unsur dan prinsip desain dalam nirmana dwimatra dalam merancang suatu karya seni diperlukan agar mendapatkan suatu karya yang bagus, menarik dan memenuhi kaidah-kaidah seninya.

Karya seni tidak saja harus hanya bernilai artistik tetapi mengandung  tujuan tertentu. Unsur-unsur rupa sebagai penyusun seni saling berhubungan sehingga merupakan satu kesatuan.

Penerapan unsur desain dan prinisip desain dalam karya seni nirmana dwimatra

Penerapan Unsur desain dalam nirmana dwimatra yaitu :

  • Unsur-unsur konseptual: elemen titik, garis, bidang, gempal. Secara detail baca : unsur-unsur konseptual nirmana
  • Unsur-unsur visual: raut, bentuk, ukuran, warna, tekstur. Secara detail baca : unsur-unsur visual nirmana

Pada suatu karya seni yang menarik biasanya mengandung irama yang bersifat repetisi, transisi serta kontras. Pelbagai macam interval tangga dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun karya seni yang menarik interval tangga tersebut dapat diterapkan pada unsur penyusun titik, garis, bidang maupun gempal.

Penerapan prinsip desain dalam nirmana dwimatra yaitu :

Prinsip-prinsip desain dalam nirmana dwimatra  yang dimaksud adalah prinsip-prinsip keindahan bentuk karya seni yaitu : kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, dan dominasi. Secara detail baca : prinsip-prinsip keindahan bentuk

Untuk membantu memperoleh kesatuan/unity kita gunakan Prinsip ruang kosong  (white space) untuk mendukung kesatuan dengan pendekatan kerapatan.

Dalam suatu ruang yang sempit sebaiknya objek-objek ditarik mendekati tembok/dinding, dan bagian tengah ruang dibiarkan sedikit kosong agar lebih leluasa dan terasa longgar, tidak sempit. Pada contoh dibawah ini ruang kosong sekitar 75 % sehingga terkesan desainnya tidak sesak dan cukup lega.

Penerapan white space dipadu transisi unsur bidang segitiga

Dengan merapat-rapatkan objek yang disusun mendekati titik atau garis, dan dengan membiarkan tempat-tempat agar tetap kosong, maka akan tercipta suatu susunan yang menyatu. Namun tentunya dalam merapatkan objek-objek dan mengosongkan area-area tertentu harus mempertimbangkan prinsip keseimbangan.

Keseimbangan juga merupakan salah satu bagian yang penting dalam menyusunan suatu karya. Adapun jenis-jenis keseimbangan adalah keseimbangan simetris, silinder, memancar, tersembunyi.

Contoh karya seni yang melakukan penerapan unsur dan prinsip desain dalam nirmana dwimatra

 

BACA ARTIKEL CARA UNTUK MEMPEROLEH KESEIMBANGAN PRINSIP DESAIN NIRMANA DWIMATRA

Terimakasih. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply