Prinsip-Prinsip Keindahan Ekspresi

Keindahan Ekspresi Timbul dari Pengalaman

Keindahan ekspresi merupakan salah satu prinsip dalam membuat karya desain nirmana dwimatra. keindahan ekspresi timbul dari pengalaman, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman melihat atau memahami.

Ekspresi sendiri merupakan pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan dan sebagainya).

Dengan pengalaman mengamati, memasuki, menempati, kita dapat merasakan sikap batin atau ekspresi pencipta karya.

 

Elemen-elemen Prinsip-prinsip keindahan ekspresi adalah :

  1. Karakter

Karakter merupakan aspek utama merancang yang bersifat menyeluruh setiap keputusan di desain. Tema berkaitan erat dengan karakter.  Aspek teknis menyangkut pemenuhan syarat, fungsi, dan struktur adalah karakter, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karakter desain yang khas akan menentukan eksistensi suatu karya.

  1. Warna

Warna dapat berperan untuk memperkuat bentuk dan mampu memberikan pikiran dan jiwa manusia yang melihatnya. Warna menentukan karakter, juga dapat menciptakan suasana yang kita harapkan.

Mengenai karakteristik warna telah dijelaskan secara mendetail di Baca :

  1. Style / Gaya

Gaya sebagai salah satu penentu keindahan ekpresi merupakan cara merancang secara berbeda dengan yang lain. Gaya antara lain dapat ditentukan menurut sejarah misalnya : gaya romanik byzantum, barok, renaisans, gotik, internasional, post modern, dan lain-lain.

  1. Bahan / Material

Bahan yang kita pakai dalam desain dapat menimbulkan kesan tertentu misal :

  • Bahan logam : menimbulkan kesan dingin, padat, keras.
  • Kayu berpori : menimbulkan kesan hangat.
  • Bahan kaca : bersifat tembus pandang dan memantulkan cahaya dapat memberi kesan hidup dan ringan.

Pemakaian bahan / material akan menimbulkan suatu motif dan tekstur.

Motif adalah ornamen dua atau tiga dimensi yang disusun menjadi pola atau ragam tertentu. Motif dapat dibentuk oleh tekstur dan bentuk.

Tekstur adalah halus kasar permukaan benda, baik yang dapat dilihat atau yang dapat diraba. Tekstur kasar punya kesan maskulin dan haus mencerminkan hal-hal resmi/formal dan anggun. Tekstur kasar dan tebal cenderung membuat ruangan lebih kecil dan sempit. Tekstur licin dan ringan punya kesan luas dan terang. Tekstur kasar mempunyai intensitas lebih gelap begitu sebaliknya dengan tekstur licin.

Itulah mengenai prinsip-prinsip keindahan ekspresi dalam nirmana dwimatra.

Selanjutna baca Penerapan unsur dan prinsip desain dalam nirmana dwimatra.

Leave a Reply